China Tolak Ancaman Tarif Tambahan AS Terhadap Negara BRICS: "Tidak Ada Pemenang dalam Perang Dagang"
TIMES Ngawi/Ilustrasi - Perang dagang Amerika Serikat dan China. (FOTO: ANTARA/Shutterstock/aa)

China Tolak Ancaman Tarif Tambahan AS Terhadap Negara BRICS: "Tidak Ada Pemenang dalam Perang Dagang"

Pemerintah China menanggapi tegas ancaman tarif tambahan 10% dari Amerika Serikat terhadap negara-negara yang berafiliasi dengan BRICS.

TIMES Ngawi,Selasa 8 Juli 2025, 16:05 WIB
638.3K
A
Antara

JAKARTAPemerintah China menanggapi tegas ancaman tarif tambahan 10% dari Amerika Serikat terhadap negara-negara yang berafiliasi dengan BRICS.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa blok ekonomi tersebut bukanlah ancaman bagi pihak mana pun dan memperingatkan bahwa perang dagang hanya akan merugikan semua pihak. "Kami percaya BRICS merupakan kekuatan yang baik di komunitas internasional dan tidak menargetkan pihak ketiga mana pun," kata Mao dalam konferensi pers di Beijing, Senin (7/7/2025) waktu setempat.

Pernyataan ini disampaikan menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan memberlakukan tarif tambahan bagi negara-negara yang mendukung 'kebijakan anti-Amerika' BRICS.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa kebijakan tarif baru tersebut tidak akan mengenal pengecualian. Namun, Mao Ning menekankan bahwa China konsisten menolak praktik perang dagang.

"Kami menentang penggunaan tarif sebagai alat untuk memaksa dan menekan pihak lain. Pemberlakuan tarif tidak menguntungkan kepentingan siapa pun," tegasnya.

Ia juga menyoroti peran BRICS sebagai wadah kerja sama inklusif bagi negara berkembang dan pasar emerging.

BRICS Kini Beranggotakan 11 Negara

Awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, BRICS kini telah berkembang dengan masuknya Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Indonesia, dan Iran. Kelompok ini juga menjalin kemitraan dengan 10 negara strategis.

Aliansi BRICS bertujuan membangun sistem keuangan alternatif, mengurangi dominasi dolar AS, serta memperkuat pengaruh negara-negara Global Selatan di panggung internasional, sekaligus mengimbangi hegemoni Barat.

Ancaman tarif Trump ini muncul di tengah KTT BRICS yang sedang berlangsung di Brasil, memicu kekhawatiran eskalasi ketegangan dagang global. China sebagai salah satu kekuatan utama BRICS menegaskan komitmennya pada kerja sama multilateral yang setara dan saling menguntungkan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Ngawi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.