Memahami Rukun Haji dan Pentingnya Persiapan Fisik serta Spiritual
Widi Dwinanda, anggota Media Center Kementerian Agama. (Foto: Kemenag RI)

Memahami Rukun Haji dan Pentingnya Persiapan Fisik serta Spiritual

Jemaah haji Indonesia haji tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi puncak ibadah haji. Widi Dwinanda, anggota Media Center Kementerian Agama, menekankan pentingnya pem ...

TIMES Ngawi,Selasa 11 Juni 2024, 19:09 WIB
514.8K
I
Imadudin Muhammad

MAKKAHJemaah haji Indonesia haji tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi puncak ibadah haji. Widi Dwinanda, anggota Media Center Kementerian Agama, menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang syarat, rukun, dan wajib haji bagi setiap jemaah. Hal ini disampaikan dalam keterangan resmi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Rukun haji adalah serangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji dan tidak dapat diganti dengan amalan lain, bahkan dengan membayar dam (denda). Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, ibadah haji seseorang dianggap tidak sah. Rukun haji tersebut meliputi:

1. Ihram (niat)

2. Wukuf di Arafah

3. Tawaf Ifadah

4. Sa’i

5. Cukur (Tahallul)

6. Tertib

Syarat Menunaikan Ibadah Haji

Widi menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang Muslim untuk menunaikan ibadah haji, yaitu:

- Islam

- Baligh (dewasa)

- Aqil (berakal sehat)

- Merdeka (bukan hamba sahaya)

- Istita’ah (mampu)

"Istita’ah berarti seseorang harus mampu melaksanakan ibadah haji ditinjau dari aspek jasmani, rohani, ekonomi, dan keamanan," ujar Widi.

Secara jasmani, jemaah harus sehat dan kuat. Secara rohani, mereka harus memahami manasik haji dan memiliki kesiapan mental. Secara ekonomi, jemaah harus mampu membayar biaya perjalanan haji (Bipih) dari harta yang halal, tanpa mengorbankan sumber kehidupan utama bagi diri dan keluarganya.

Wajib Haji dan Persiapan Puncak Haji

Widi juga menyoroti wajib haji, yaitu amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji yang jika ditinggalkan, haji seseorang tetap sah, tetapi harus membayar dam. Wajib haji meliputi:

- Ihram dari miqat

- Mabit di Muzdalifah

- Mabit di Mina

- Melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah

- Tawaf Wada (bagi yang akan meninggalkan Makkah)

“Jika seseorang sengaja meninggalkan salah satu dari amalan tersebut tanpa uzur syar’i, ia berdosa,” tegas Widi.

 Penghentian Operasional Bus Shalawat

Mulai hari ini, operasional bus shalawat akan dihentikan untuk empat hari sebelum pelaksanaan puncak haji di Arafah. Penghentian ini disebabkan oleh padatnya arus lalu lintas jelang puncak haji.

"Penghentian ini juga mendorong para jemaah untuk fokus mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina)," tambahnya.

Anjuran dan Persiapan Fisik serta Spiritual

Menjelang puncak haji, jemaah diimbau untuk memprioritaskan persiapan fisik dan spiritual.

“Manfaatkan waktu-waktu ini dengan memperbanyak amalan ibadah, berzikir, mendalami manasik haji, menjaga kebugaran tubuh dengan makan teratur dan istirahat yang cukup,” pesan Widi. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Imadudin Muhammad
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Ngawi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.