Pesona Simpang Lima Gumul Menyihir Ribuan Pengunjung Saat Libur Lebaran
Dua pengunjung berfoto ria dengan latar belakang monumen Simpang Lima Gumul di Kediri, Senin (07/04/2025). (FOTO: Arli Ochaputri Hartono/TIMES Indonesia)

Pesona Simpang Lima Gumul Menyihir Ribuan Pengunjung Saat Libur Lebaran

Di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Simpang Lima Gumul (SLG) kembali mencuri perhatian publik. Sejak hari pertama Lebaran hingga kini kawasan ini menjadi pusat keramaian dan magnet wisata

TIMES Ngawi,Senin 7 April 2025, 18:33 WIB
556.7K
A
Arli Ochaputri Hartono (Magang MBKM)

KediriLibur Hari Raya Idul Fitri 1446 H dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk pulang kampung, bersilaturahmi, dan tentunya berlibur bersama keluarga.

Di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Simpang Lima Gumul (SLG) kembali mencuri perhatian publik. Sejak hari pertama Lebaran hingga kini kawasan ini menjadi pusat keramaian dan magnet wisata utama, menyambut ribuan pengunjung dari berbagai daerah.. 

article
Rombongan keluarga menikmati kebersamaan di Simpang Lima Gumul dengan berpiknik di pelataran monumen. (FOTO: Arli Ochaputri Hartono/TIMES Indonesia)

Bangunan ikonik ini berdiri megah dengan desain arsitektur yang terinspirasi dari Arc de Triomphe di Paris. Namun, SLG hadir dengan ciri khas lokal yang menjadikannya unik dan memesona.

Di sekeliling monumen utama terdapat taman-taman hijau, jalur pedestrian, dan area terbuka yang mampu menampung lautan manusia yang memadati kawasan ini selama musim libur.

Setiap sudut SLG menyajikan pemandangan yang mengundang decak kagum. Ukiran-ukiran bergaya klasik pada dinding monumen mencerminkan kejayaan sejarah dan budaya lokal.

Monumen ini menjadi latar favorit untuk swafoto para wisatawan, terlebih saat sore hingga malam hari saat pencahayaan lampu mulai menyala.

article
Masyarakat dari luar Kediri mengabadikan momen kebersamaannya dengan mengambil foto di depan tulisan Kediri Berbudaya sebagai ikonnya. (FOTO: Arli Ochaputri Hartono/TIMES Indonesia)

Warna-warni lampu yang menghiasi monumen dan sekitarnya menciptakan nuansa yang hangat dan romantis. Banyak pasangan muda yang duduk di pelataran taman, menikmati angin malam yang sejuk sambil bersenda gurau.

Di sisi lain, keluarga-keluarga menggelar tikar, menyantap bekal, atau menikmati jajanan yang telah dibeli dari cafetaria. 

Kondisi SLG selama libur Lebaran sangat meriah. Di pagi hari, kawasan ini dipadati warga yang berolahraga ringan, bersepeda, atau sekadar berjalan-jalan.

Memasuki siang hingga malam, gelombang wisatawan terus berdatangan. Banyak dari mereka datang berombongan dengan kendaraan pribadi, bus pariwisata, bahkan motor dari luar daerah. Area parkir yang disediakan di sekitar SLG pun penuh sejak siang.  

"Bangunan di sini sangat memukau sehingga cocok untuk wisata keluarga. Bagi warga luar Kediri seperti saya rasanya seperti pergi liburan keluar negeri," ujar Gesty salah satu pengunjung dari Madura

Bagi warga Kediri, SLG bukan sekadar bangunan megah, tetapi telah menjadi simbol identitas daerah. Kehadirannya bukan hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi tempat berkumpul, berekspresi, dan merayakan kebersamaan, terlebih di momen-momen besar seperti Lebaran.

Kondisi cuaca selama liburan juga sangat mendukung. Langit cerah dan angin sepoi-sepoi membuat pengunjung betah berlama-lama. Bahkan banyak yang datang kembali keesokan harinya untuk menikmati suasana yang berbeda, baik pagi maupun malam.

Meski ramai, suasana tetap tertib dan bersahabat. Banyak pengunjung yang menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran ini membuat SLG tetap nyaman dan layak dinikmati oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua.

Bagi banyak keluarga, momen kunjungan ke SLG menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang dinanti-nantikan.

Tak sedikit yang membawa kamera DSLR ataupun drone untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka di tempat ini. Foto-foto yang mereka ambil tak hanya menjadi kenangan pribadi, tapi juga memperkenalkan SLG ke jagat media sosial yang lebih luas.

Dengan segala daya tariknya, Simpang Lima Gumul telah membuktikan diri sebagai ruang publik yang hidup, indah, dan membumi. Bukan hanya simbol kota, tetapi juga simbol kehangatan, kebersamaan, dan semangat merayakan hari besar bersama masyarakat luas. (*)

 

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Arli Ochaputri Hartono (Magang MBKM)
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Ngawi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.